GEREJA KATEDRAL SANTO YOSEPH PONTIANAK, TERBESAR DI ASIA TENGGARA

Gereja Katedral Santo Yoseph yang sudah berdiri sejak Desember 1909 merupakan gereja tertua di Paroki Keuskupan Agung Pontianak dan juga dinobatkan sebagai gereja katedral yang terbesar di Asia Tenggara.

GEREJA KATEDRAL SANTO YOSEPH PONTIANAK, TERBESAR DI ASIA TENGGARA

Bangunan gereja yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun ini kini terasa sudah tidak lagi cukup untuk menampung umat Katolik yang jumlahnya pasti terus semakin bertambah di Pontianak. Hal ini di-aminkan karena pada setiap misa di hari Minggu, sejumlah umat yang hadir benar tidak dapat duduk dan rela berdiri untuk dapat mengikuti misa karena memang misa gereja yang sudah dibagi jadwalnya menjadi 4 kali ini tidak dapat menampung umat Katolik di Pontianak.

Gerja ini dibangun dari design yang dirancang oleh arsitek militer Hindia Belanda, Van Noort, dan untuk pertama kalinya juga di saat ini pembangunan gereja Katolik pertama dan 10 situs judi online terbesar di Pontianak terwujud di tanggal 9 Desember 1909. Kemudian gereja tersebut diberkati pada saat itu juga sekaligus menjadi berdirinya paroki secara resmi. Seiring dengan ditahbiskannya Mgr. Pacificus Bos OFMCap menjadi Uskup Tituler Capitolias, merangkap Vikaris Apostolik Dutch Borneo maka gereja ini berubah resmi menjadi Gereja Katolik, dan paroki berubah menjadi Paroki Katedral Pontianak.

Merespons keadaan hal yang demikian karenanya diputuskan untuk membangun kembali gereja ini supaya di masa yang akan datang bisa menampung lebih banyak umat. Bukan sekadar pemugaran, pihak pengurus gereja berencana mengganti dengan bangunan yang benar-benar dengan pertimbangan bahwa gereja ini sudah dipugar selama 3 kali semenjak berdiri dan terakhir merupakan 49 tahun yang lalu tak membuahkan hasil yang berarti. Dinding kayu yang telah tua dan lapuk ialah salah satu pertimbangan untuk dijalankan pembangunan ulang.Alhasil pada tahun 2011, bangunan gereja mulai dirobohkan.Ketua pembangunan gereja, Ny. Federika Cornelis mengaku pada mulanya panitia mengalami kesusahan menerima dana untuk membangun gereja. Tapi seiring berjalannya waktu dan tidak lepas dari karunia Yang Maha Kuasa, donasi malah kian banyak mengalir dari berjenis-jenis pihak.

Menurut data banyak sumber, pembangunan katedral yang mempunyai sekitar 1.700 umat itu diawali semenjak 1909 silam oleh Prefek Apostolik Dutch Borneo Mgr. Pacificus Bos, OFMCap. Jumlah itu tercatat pada 2013 lalu. Tentu saja jumlah umat Katolik akan terus bertambah di gereja hal yang demikian.

Pelancong yang datang dibuat berdecak terkagum situs slot terbaik dikala mendatangi bangunan Gereja St. Yoseph yang betul-betul megah itu. Tidak cuma umat kristiani, siapa bahkan boleh berkunjung ke gereja hal yang demikian.

Dikala memasukinya, dapat tampak terlihat terang pilar-pilar besar di tiap sisi gereja. Mirip bangunan kerajaan Romawi. Pintu masuk utamanya yang bercorak dan berwarna coklat bahkan mendulang tinggi. Ada juga patung burung ruai dari Kayu Belian di halaman gereja. Di pekarangan juga berdiri patung Santo Yoseph berukuran raksasa yang dapat tampak terang dari kejauhan.

This entry was posted in Gereja and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *